Sosio-wibulogi

Sosio-wibulogi merupakan spesialisasi cabang "ilmu perwibuan" yang menitikberatkan pada aspek interaksi sosial masyarakat peminat kejepangan. - Haruna Haninozuka

Har(u)の始まり

Konnichiwa!

Artikel ini dibuat sebagai percobaan membuat artikel di blog. Mari kita awali sesuai judul artikel ini.

Hallo! Aku Haru. Panggil saja demikian. Nama itu didapat pada saat duduk di sekolah menengah atas. Kebetulan di sekolah terdapat mata pelajaran bahasa asing selain bahasa Inggris, yaitu bahasa Jepang. Waktu itu guruku memanggil nama asliku - Hartadi-san, beliau tidak begitu nyaman menyebutnya sehingga hanya memanggil "Har" saja. Akan tetapi, justru pada saat itu bagian aku yang tidak nyaman, karena kata "har" tersebut merupakan kata dari bahasa Sunda yang dapat diartikan seperti "lah" - contoh: har sugan atuh - lah kok gitu (kurang lebih begitu), dan kata-kata seperti harudang (bahasa Indonesianya bangun-bangun), haruleng (bahasa Indonesianya bengong) dan kata-kata lainnya, sehingga sering dibuat guyon oleh teman-teman bahkan guru-guru ketika memanggil seperti itu. Kemudian pada saat pelajaran bahasa Jepang mulai, guru saya menyebutkan suatu rumus atau tips - atau apalah itu - yang berbunyi,
Dalam bahasa Jepang, secara penulisan tidak ada huruf konsonan tunggal seperti yang ada pada bahasa Indonesia. Setiap kali terdapat huruf konsonan tunggal di tengah atau di akhir kata, akan selalu ditambahkan huruf vokal. Contoh: Rizki dalam bahasa Indonesia akan berubah menjadi Riz(u)ki pada bahasa Jepang, pun demikian dengan Hartadi - tidak bisa begitu, tapi Har(u)tadi. Ya, Haru!
Peristiwa itulah yang menjadi perubah nama panggilanku menjadi Haru, meski awalnya hanya guru Jepang saja yang memanggilku begitu tapi lama kelamaan merambat ke seluruh barudak sekolah bahkan hingga kawan-kawan di luar sekolah juga mengenal diriku sebagai Haru. 

Sekian artikel percobaan ini dibuat dengan tempo yang sesingkat-singkatnya.

Arigatou Gozaimasu!


  • 削除
    Har(u)の始まり